Policy Analysis of Quality Improvement in Health Services at UPTD Puskesmas Jalan Gedang Bengkulu City in 2025
Keywords:
Primary Care Quality Policy, Puskesmas, Health ServicesAbstract
Improving the quality of health services is an essential component of the reform of primary healthcare systems in Indonesia. Community Health Centers (Puskesmas), as the frontline of healthcare delivery, are required to provide services that are high in quality, affordable, and responsive to community needs. UPTD Puskesmas Jalan Gedang in Bengkulu City is recognized as one of the top-performing health centers in the province, yet it continues to face various challenges in implementing quality improvement policies, such as limited human resources, delays in operational fund disbursement, and logistical constraints. This study employed a qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews with health workers and patients, direct observation of service processes, and document analysis. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The Donabedian quality model was used as the analytical framework to assess the dimensions of structure, process, and outcomes. The findings indicate that the quality improvement policy has been implemented through the establishment of SOPs, internal quality teams, leadership supervision, and patient complaint system. Supporting factors include responsive leadership, good communication among staff, and adequate facilities. Constraints identified include a shortage of personnel in laboratory and medical records, delayed disbursement of operational funds, and limited staff training. Patient satisfaction levels were generally high, although there were issues in using technology-based service systems. Based on these findings, it is recommended that the local government recruit permanent laboratory and medical records staff, expedite the disbursement of operational funds, and strengthen both staff training and digital health information systems. These efforts are crucial to ensure the sustainability of effective, efficient, and equitable healthcare services.
References
Alamsyah, D. (2011). Manajemen Pelayanan Kesehatan. Nuha Medika. Yogyakarta.
Anita, Betri., dkk. (2019). Puskesmas dan Jaminan Kesehatan Nasional. Henni Febriawati, Yandrizal. Yogyakarta.
Aini, R., dkk. (2021). Mutu Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Terakreditasi di Kota Padang. e-ISSN: 2528-66510, 6(1), 139–145.
Arafat, A. S., dkk. (2024). Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas Abeli Kota Kendari Tahun 2024. e-ISSN: 2797-6831, 5(4), Januari 2025.
Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta. Jakarta.
Badan Pusat Statistik. (2024). Persentase Unmet Need Pelayanan Kesehatan Menurut Provinsi (Persen), 2024. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTQwMiMy/unmet-need-pelayanan-kesehatan-menurut-provinsi.html
(Diakses 30 Maret 2025).
Brugha, R., & Varvasovszky, Z. (2000). Analisis Pemangku Kepentingan: Tinjauan. Kebijakan dan Perencanaan Kesehatan, 15(3), 239–246.
Cahyanti, S. D., dkk. (2024). Penerapan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) dalam Meningkatkan Pelayanan Kesehatan di UPT Puskesmas Beji Tulungagung. e-ISSN: 3031-7584, 2(3), Maret 2025.
Majalah CEOWorld. (2024). Negara dengan Sistem Pelayanan Kesehatan Terbaik, 2024. https://ceoworld.biz/2024/04/02/countries-with-the-best-health-care-systems-2024/
(Diakses 20 Maret 2025).
Dachi, R. A. (2021). Manajemen Puskesmas. Feniks Muda Sejahtera. Bandung.
Darmin., dkk. (2024). Hubungan Gaya Kepemimpinan Kepala Puskesmas dengan Kinerja Petugas Kesehatan di Puskesmas Sangtombolang. e-ISSN: 2745-8644, 7(2), 362–371.
Departemen Kesehatan RI. (2014). Pedoman Standar Operasional Puskesmas. Jakarta.
Dewi, D. S. K. (2020). Kebijakan Publik; Proses, Implementasi dan Evaluasi. Samudera Biru. Yogyakarta.
Direktorat Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan Dirjen Yankes Kementerian Kesehatan RI. (2021). Pedoman Tata Kelola Mutu di Puskesmas. Jakarta.
Dunn, W. N. (2003). Pengantar Analisis Kebijakan Publik. Terjemahan. Pers Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
GHS Index. (2021). Profil Negara Indeks GHS 2021 untuk Indonesia. https://ghsindex.org/country/indonesia/
(Diakses 20 Maret 2025).
Hasriani, B., dkk. (2021). Analisis Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Kesehatan di RSUD Lahat Tahun 2021. E-ISSN: 2615-6563. https://doi.org/10.32524/jksp.v5i2.702
Hasibuan, A., dkk. (2021). Perencanaan dan Pengembangan SDM. Yayasan Kita Menulis. Medan.
Hasibuan, I. D., dkk. (2019). Analisis Pengelolaan Keuangan Puskesmas BLUD Simpang Empat Kabupaten Karo. e-ISSN: 2808-1366, 4(2), 583–592.
Juwandi, R. (2022). Kebijakan Publik Partisipatif. Amerta Media. Jawa Tengah.
Kemenkes RI. (2024). Transformasi Pelayanan Primer. https://kemkes.go.id/id/pelayanan/transformasi-pelayanan-primer
(Diakses 23 Januari 2025).
Kemenkes RI. (2024). Puskesmas Fokus Wujudkan Masyarakat Hidup Sehat. https://kemkes.go.id/id/puskesmas-fokus-wujudkan-masyarakat-hidup-sehat
(Diakses 23 Januari 2025).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 44 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 19 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pusat Kesehatan Masyarakat.
Moghaddam, M. A., dkk. (2019). Evaluasi kualitas layanan dari sudut pandang pasien. BMC Health Services Research, 19(1). https://doi.org/10.1186/s12913-019-3998-0
Nugroho, R. (2016). Kebijakan Publik di Indonesia. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Permenkes RI Nomor 21 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2020–2024.
Puskesmas Jalan Gedang. (2023). Profil UPTD Puskesmas Jalan Gedang Kota Bengkulu 2023. Bengkulu.
Puspitasari, D., dkk. (2022). Mutu Pelayanan Kesehatan di Puskesmas. Penerbit NEM. Jawa Tengah.
Rosyidi, I. M., dkk. (2020). Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan. Goyshen. Yogyakarta.
Setiyawan, D., dkk. (2023). Dampak Penerapan SOP terhadap Kinerja Karyawan RS Radjak Salemba. ISSN: 2986-609X, 2(2), Juni 2023.
Subandi, S., dkk. (2018). Penguatan Pelayanan Kesehatan Dasar di Puskesmas. Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Bisnis. CV Alfabeta. Bandung.
Sudirman., dkk. (2023). Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan. Ara Digital Mandiri. Palu.
Sumarwan, U. (2021). Perilaku Konsumen. PT Ghalia Indonesia. Bogor.
Timotius, K. H. (2017). Pengantar Metodologi Penelitian. Andi. Yogyakarta.
Universitas Gadjah Mada. (2007). Sistem Pelayanan Kesehatan Indonesia Terburuk di ASEAN. https://ugm.ac.id/id/berita/1558-sistem-pelayanan-kesehatan-indonesia-terburuk-di-asean/
(Diakses 20 Maret 2025).
Widiatmini, I. R. (2025). Analisis Hubungan Kepuasan Pasien dengan Kualitas Pelayanan di Puskesmas Kabupaten Banyumas. e-ISSN: 2528-3022, 11(1), Februari 2025.


